Month: Juli 2009

Filosofi Pejati sebagai simbol diri…

Pejati adalah salah satu sarana dari bebantenan Hindu..dalam hal ini simbol yang tercipta di penelaahan Hindu di Bali secara mengkhusus..Pejati adalah simbol diri bahwa kita mengakui diri kita sebagai seorang bakti yang menyadarkan diri untuk membaktikan diri kita kepada yang disembah di tempat kita mengajukan pejati tersebut.. Seperti orang yang baru

Being Spiritual is Being Natural..

kata-kata yang sangat indah dalam menjalani suatunya dalam pemujaanNya…di bidang spiritual dalam menjalani berbagai ritual-ritual sebagai suatu yang dapat dilihat, adalah tercantum suatu sifat atau sikap toleransi terhadap segala berbagai perbedaan… Hal ini terutama dilaksanakan pada suatu pemahaman-pemahaman natural dari berbagai ritual tersendiri di Hindu..Sebagai contoh ada perbedaan signifikan antara

Ahimsa tanpa kekerasan…

Sebagaimana ditilik dari kata himsa, yaitu pembunuhan atau kekerasan…maka ahimsa adalah ajaran yang menyatakan bahwa tanpa kekerasan dalam menghadapi berbagai kehidupan.. jika dilihat dari unsur karma phala..maka suatu pembunuhan, terutama yang terjadi kepada umat manusia adalah akan mengalami karma yang besar pula dalam menjalani kehidupan nantinya… punarbahwam yang membawamu menjadi

Tao dan Pengetahuan Jiwa Hindu..

Tao adalah suatu ajaran yang berkembang di china dimana disebarkan oleh Lao tse…berasal dari kata Dao yang berarti tidak berbentuk, tidak terlihat tetapi merupakan asas atau jalan atau cara kejadian kesemua benda hidup dan benda-benda alam semesta dunia..di setiap fisik dari segala mahluk berisikan Tao..atau unsur yang paling inti dari

Bagaimana Beliau bisa Banyak Nama..

bahasan ini dapat dinyatakan sebagai tuntunan bagaimana Beliau bisa disebut sebagai banyak nama.. Terutama dalam bahwasannya Beliau disebutkan sebagai unsur Tri Murti dunia..yang berartikan sebagai Brahma, Wisnu, Siwa… seperti diketahui bahwa Brahma adalah sebagai pencipta, dimana manusia pun dalam penerapan kehidupannya merupakan suatu pencinpta dalam hidupnya, yaitu pencipta kedamaian… disamping

Sajak Monotheism dan Pantheism..

marilah katakan Ia adalah satu sahaja… maka marilah katakan Ia milik sesuatu sahaja… dan rebahkan diri pada suatu keseimbangan makna… dan sikap-sikap cinta melebihkanNya… terasa bagai suatu kebanggan akan Ia yang hanya sendiri sahaja… langitan…ayahanda…Ia di atas sana… bagai para pemberani yang menghendaki kedaulatan atas Ia… hanyalah satu sahaja di

Manunggaling Kawulo Gusti serta Kaitan dalam Moksa..

ajaran sebagai moksa sebagai tujuan akhir manusia HIndu..sangatlah merupakan pedoman dalam melaksanakan berbagai tautan-tautan hidup…sebagai ciri bahwa moksa telah tercapai adalah bersatunya Atman dengan Brahman yang ditandai dari meresapi segala sifatNya dan tidak memikirkan segala sifat yang memiliki unsur keduniawian …. seperti pada sifat kawulo manuggaling gusti dimana terjadi suatu

Surga dan Neraka dalam Karma serta Reinkarnasi..

jika ditilik dari surga dan neraka, tiada lah filosofi-filosofi dari Hindu atau pun ayat-ayat yang menyatakan hukuman surga dan neraka..dalam hal ini paling tidak dari berbagai kumpulan kitab-kitab Hindu dari suatu catatan seorang ahli Hindu-disebutkan bahwa hanya terdapat tiga saja bahwasan neraka atau janji surga dan neraka di HIndu… kitab yang

Arca dan segala citra Tuhan..

om swastyastu… di dalam menjalani segala apa-apa yang disuarakan kepada Beliau sang Khalik… maka manusia khususnya dalam tuntunan pemahaman Hindu, paling tidak memiliki berbagai variasi dalam memujaNya… tiada terbantahkan di suatu sisi, dogma mengajarkan agar Beliau tidak direndahkan sebagaimana diceritakan dalam arca dan citra Tuhan yang lain… tapi apa dapat

antara aliran syeh siti jenar, komunis, dan agnotisme..tinjauan terhadap konsep..

dalam pertautannya..maka dapat dijelaskan bagaimana posisi aku adalah Tuhan dari sisi syeh siti jenar… dapat dijelaskan bahwa syeh siti jenar memiliki jiwa murni dan penuh kebijaksanaan dalam diri pribadinya…jika suatu rasa itu ada, maka sangguplah jika ia dapat mengatakan Sang Aku dalam dirinya…itu berarti bahwa Tuhan sudah menyatu dalam setiap

WordPress.com.