-
Agama Schizoprenia Sebagai Kewarasan Kepada-Nya
Agama saat ini adalah sebuah pegangan hidup yang mengarah pada keyakinan, keyakinan yang memercayai ada suatu kekuatan besar, sesuatu kekuatan Agung yang mengatur kehidupan ini. Agama yang telah ada (atau akan ada-mungkin) memiliki sejarah panjang dan berliku. Sejarah yang memberikan sedikit pemahaman akan pola pikir, sebuah pandangan, atau bahkan kebudayaan itu sendiri, yang tidak akan →
-
Sebuah catatan Debit Kredit dalam Kehidupan…(setitik tentang karma)
Seperti sebuah siklus akuntansi. hahaha.yaps…sebuah perhitungan yang diketemukan sebelum jaman posmodern ini, bisa juga diberikan suatu catatan penting yang ada pada teori-teori kehidupan (baca:agama) yang sebenarnya masih cukup relevan untuk memandang lebih jauh ke depan serta konsep kekinian. Namun ada beberapa asumsi-asumsi yang patut diberikan sedikit keberpahaman masing-masing. Bahwa asumsi yang ada adalah bahwa keyakinan →
-
Kembali Menuju “Aku”..sebuah perjalanan(kah)?
Sangkan Paraning Dumadi Perjalanan menuju kata “Aku”. Terkadang bisa dianggap sebagai sesuatu yang abstrak,seabstrak jiwa yang melayang-layang mencari tempat akhirnya. Seperti sebuah pemahaman atau ilmu “Sangkan Paraning Dumadi”. Bagaimana mengenal diri,bagaimana mengenal “Aku” dan kembali menuju pulang. Ataukah menemukan jalan itu dulu, lalu berjalan menuju rumahNya. Hanya sebuah filosofi saja, namun seperti melihat pemahaman psikologi barat dari →
-
Sekilas Risalah Makna Ekonomi (Artha) dalam Sarasamuscaya..
Kata “Ekonomi” adalah sebuah kata yang mustahil dipisahkan dengan barisan kata Kesejahteraan, Kemakmuran, atau bahkan Kemahardikaan. Namun sebelum mencibir atau berprasangka buruk, akibat maraknya kewenang-wenangan yang berbuat seenak udel bodongnya, ya untuk mensejahterakan, memakmurkan kalangan sendiri, golongan sendiri, atau bahkan diri sendiri. Yang pasti sebuah kemahardikaan sepertinya tiada dirasakan bagi mereka tentunya.Sebuah kebebasan yang nyata →
-
Mahrifat, Wahdatul Wujud, dan Kamoksan
Mendengar istilah Mahrifat, mungkin dikatakan suatu yang asing, namun pada dasarnya adalah sesuatu yang menarik jika didekatkan pada sebuah agama monotheism (islam) sebagai pemilik kata tersebut. Sebuah konsep unik pula tentang arti Manunggaling Kawulo Gusti sebagai sebuah kalimat yang berasal dari istilah “kejawen”. Sebuah kemanunggalan dengan “Gusti”. Tentunya dalam arti unik dan secara privasi dalam →
-
Dewa yang memanusiakan Dirinya (konsep Astabrata)
Dewa sebagai sinar suci yang Kuasa (Brahman), merupakan suatu wujud super, wujud yang penuh kekuatan, kebijaksanaan dan wakil atau simbol yang kuasa dalam menjalankan diriNya di dunia. Sebagaimana kisah-kisah yang terpampang dan tercantum pada weda menunjukkan kedigjayaan mereka para Dewa. Termasuk pula kisah-kisah heroik mereka pada purana-purana. Kisah-kisah mereka pun memberikan inspirasi bagi bagaimana manusia →
-
Neti-neti..bahwa Definisi-Nya tidak dapat dibingkai
Tuhan…Tuhan yang memiliki semesta serta merupakan poros perputaran Utpetti, Sthiti dan Pralina adalah yang segalanya.Artinya adalah Ia saking besar serta maha luasnya, tidak dapat terbingkai oleh satu definisi mutlak akan diriNya. Dan bahwa Ia yang penguasa, tidak dapat dibingkai oleh sederet kata-kata yang pas. Neti-Neti, bahwa Brahman, Sang Hyang Widhi wasa dikatakan bukan ini bukan →
-
Orang Beragama adalah orang Gila (Freud)
Memang benarkah seperti itu? atau apakah berbeda dengan apa-apa yang terjadi di kenyataan? Yaps benarlah bahwa memang orang beragama dikatakan sebagai orang yang neurosis seperti yang dikatakan oleh sigmund freud ahli psikologis penemu psikoanalais. Ada beberapa dasar mengapa orang beragama dikatakan sebagai seorang neurosis : 1. Bahwa orang beragama dikatakan memiliki sifat kekanakan yang berhubungan →
-
Ego manusia yang memberi takdir kepada manusia lainnya…
Apa teriakan bermakna?? Di saat menyata pada emosi… Yang lebih besar dari takdir manusia itu sendiri.. Takdir sebagai mahluk budi dharma ??? ——————————————————————- Apa kau bisa membuat mereka yang telah tiada?? Apa kah akan kau katakan, ..ini air mani , mana telurnya?? Lalu siapa itu yang kau takdirkan, Mati?? Siapa yang menjamin engkau menjadi malaikat →
-
Perwujudan dan Sujud pada Suatu Kekuatan Agung Akhir Jaman “Kalvatar”..
Seperti yang telah kita tahu, bahwa sekarang hari ini esok dan kemarin kita telah menapaki sebuah jaman yang memang sangat berat dan sangat melelahkan, bagi mereka yang benar-benar menjalaninya secara berbudi dharma. Yaitu sebuah jaman kaliyuga. Jaman di mana memang kejahatan (adharma) memiliki lebih banyak pengikut dari pada mereka yang melakukan dan membela dharma itu →
-
Hubungan Fungsional Atas Pensifatan Tuhan pada Tri murti (Hindu) dengan Asma ul Husna (islam)
BAB I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah Apa yang kita hadapi pada jaman sekarang. Tidaklah bisa dipungkiri bahwa dunia memang sudah terasa sesak dengan berbagai kekerasan serta pembunuhan, caci maki dan fitnahan, serta pola pikir yang cenderung pesimis dan memiliki nilai negatif atas apa-apa yang menjadi pedoman keyakinan itu sendiri. Padahal bahwa suatu keyakinan itu, →
-
Mengejawantahkan Takdir, Nasib, Misteri Ilahi dengan Sebutan Pahala dari Karma
Sebuah renungan….. Takdir….. Apakah rahasia diri…Yang terbelenggu…oleh Rasa Benci, Kesusahan, dan Terlahir… Sebagai sesuatu yang memiliki “Nilai”…. Bagaimana misteri itu terjadi, jika sebenar-benarnya… Sukma melingkupi kehadirat Transendensial Khalik yang Memiliki… Nama Waishnam Al Basit…(maha pemurah wahai Wisnu)… Bahwa itu adalah apakah Sancita Karmapala…. dan itu wahai semua adalah bagian dari.. Kemutlakan Shaiwa Al Azim (Maha →
-
Sandingan Konsep “Seven Deadly Sins” Konsep Sad ripu serta Sad Atatayi
Dosa dan Pahala tidak akan pernah habisnya dibicarakan manusia sebagaimana ia menjadi suatu titik ketakutan dan sisi etika dan membentuk pula suatu moralitas tersendiri dari pemeluk suatu keyakinan. Setiap agama apa pun pada dasarnya memiliki suatu filsafat (tattwa), etika(susila), serta tentu saja ritual (upacara) yang menjadi simbol atau ciri khas dari suatu agama tersebut. Berdasarkan →
-
Berjapa Shiwa pada jaman Akhir(kaliyuga)!!!…
Untuk pertama,disebutkanlah bagaimana bumi terbentuk dan berlanjut dengan berbagai perubahan jaman, menjadi jaman yang sekarang ini. Diyakini pula bagi semua, bahwa jaman ini adalah jaman kaliyuga ..yaitu jaman dengan 75% negatif dan 25% positif.. Hal ini sungguh pun berbeda dengan jaman2 yang lainnya…Jika dilihat satu persatu ada jaman kertha yuga yaitu 100 persen baik..dan jaman →
