-
Saraswati dalam Weda (Hindu)
Saraswati sebagai dewi di dalam hindu, memiliki peran penting dalam perkembangan serta pemahaman hindu bahkan di dunia sendiri. Saraswati diibaratkan sebagai dewi yang menggambarkan pengetahuan. Pengetahuan yang cantik dan indah seperti paras dewi Saraswati dan keibuan yang melindungi serta mengasuh umat manusia. Dalam reg weda dan purana Dewi Saraswati dianggap sebagai dewi pengetahuan dan seni →
-
Agama Damai di Masa Depan
Agama yang Damai di Masa Depan Agama sebagai suatu kata yang dapat berarti pedoman seseorang untuk berperilaku, terutama dengan hubungannya kepada Tuhan sebagai pemilik semesta. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, agama berasal dari kata sansekerta yaitu sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan →
-
Pengelolaan serta Pemanfaatan Sampah (Upacara)
Pengelolaan serta Pemanfaatan Sampah Upacara A.Pola Pikir tentang Sampah (upacara) Saat kita dihadapkan dengan kata sampah, maka yang ada dalam pikiran adalah kata “jijik” dan “kotor”. Hal itulah sebenarnya yang menyebabkan ketidakpedulian terhadap sampah itu sendiri menjadi meningkat. Padahal sampah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia itu sendiri, sebagai sesuatu hasil dari pekerjaan tertentu yang →
-
Ngaben Massal dalam Konteks “Ajeg Bali”.
Ngaben Massal dalam Konteks “Ajeg Bali” Upacara Ngaben sebenarnya adalah upacara yang sangat dikenal di Bali, dan bahkan dikenal juga oleh umat lain atau juga sampai dikenal oleh dunia. Ngaben pada dasarnya adalah suatu upacara yadnya yang menjadi bagian dari pitra yadnya. Pitra yadnya yakni adalah upacara yang berhubungan dengan pitara atau roh leluhur. Upacara →
-
Warna yang terdapat pada Setiap Diri Umat..
Warna yang Terdapat dalam Setiap Umat Warna yang terdapat pada Hindu, sangatlah dikenal dan memiliki peran yang krusial di masyarakat itu sendiri. Warna atau kewajiban yang ada dalam diri umat tersebut, tentulah dipahami secara serius dalam kehidupannya. Sebagai juga seorang Dharma Raksaka ( pembela dharma), pada dasarnya hindu telah kewalahan namun masih tetap ajeg sebagai →
-
Jenis-jenis Pawiwahan dalam Manawa Dharmasastra (Manu Smreti)
Jenis-jenis Pawiwahan dalam Manawa Dharmasastra Dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Hindu, maka telah diketahui tahapan-tahapan yang ada dalam kehidupan ini. Tahapan-tahapan kehidupan itu adalah Catur Asrama. Catur Asrama adalah empat tahap yang dijalani oleh Hindu untuk mendapatkan keharmonisan hidup. Tugas serta kewajiban pun disesuaikan dengan tahapan tersebut. Tahapan-tahapan itu adalah : Brahmacari Asrama adalah tingkat →
-
Kembali ke Weda
Kembali ke Weda Weda pada dasarnya memang suatu kitab suci yang telah ada beribu-ribu tahun yang lalu di dunia ini. Bahkan ada yang mengatakan weda setua bumi itu sendiri. Terkadang bagi yang awam seperti yang diketahui, bahwa perwujudan pelaksanaan tata upacara terutamanya, mungkin dalam hal bebantenan harus bisa difilosofikan, ditattwakan, serta dijelaskan baik secara →
-
Bersyukur bagaimana menjadi manusia…
Bagaimanakah makna bersyukur dalam kehidupan yang kita jalani ini?..di saat apa-apa yang dimiliki tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, di kala masalah menghadang tanpa tau jalan keluar..hmmmm..sebenarnya kita perlu melihat ke dalam diri ..bahwa apa-apa yang telah digariskan adalah sesuai dengan apa-apa yang telah kita lakukan (karma)…. Yaps karma….tapi apakah kita tahu bahwa sangat susah →
-
Mengendalikan Sad Ripu dengan Sarasamuscaya
Mengendalikan Sad Ripu dengan Sarasamuscaya Pada kalangan Hindu dari dulu sampai saat ini, maka pada kehidupannya kita dihadapkan pada musuh besar yang tak akan lekang oleh jaman. Musuh besar yang selalu mengintip dan menerjang di saat kita lengah akan menjalani kehidupan ini. Musuh yang selalu ada dalam setiap jejak kita melangkah dalam kehidupan ini. Musuh →
-
Bagaimana Keyakinan Karmaphala mempengaruhi Moral
Seperti telah diketahui bahwa ada 5 keyakinan mendasar dari suatu kepercayaan agama hindu. Yaitu salah satunya adalah keyakinan karmapahala yang berati suatu sebab pasti akan menuai akibatnya dikemudian waktu atau kehidupan. Kebesaran pengaruh dari suatu keyakinan akan karmaphala sesungguhnya masiv atau sangat besar mempengaruhi suatu moralitas dari seseorang. Dan keyakinan ini selain dimiliki oleh umat →
-
Pantheisme dalam Teologi Hindu
1. Latar Belakang Cara memahami bagaimana Tuhan itu, sangatlah memiliki kesubjektifan tersediri antara masing-masing penganut suatu agama. Seperti dalam analoginya bagaimana mengenal Tuhan yang diistilahkan sebagai seekor gajah yang diteliti oleh tiga orang buta. Setiap orang buta tersebut memeriksa bagian ekor, bagian telinga, serta pula bagian kakinya. Hal tersebut akan juga menimbulkan pemahaman yang →
-
Mempercayai karma sebagai bagian etika(susila) hindu…
Setiap manusia memiliki prilaku yang berbeda dalam menjalani kehidupannya…prilaku yang baik serta perilaku yang jahat merupakan rwa bhineda yang benar-benar ada dalam kehidupan..Manusia yang baik dalam hal ini umat hindu tentunya memiliki perilaku yang baik dan percaya akan 5 hal…Salah satunya adalah karmaphala, percaya akan sebab akibat… Percaya akan karmaphala sebenarnya sebagai suatu bagian yang →
-
batin dan roh dalam diri..
mengenal roh dan batin adalah suatu awal pengenalan terhadap Yang Esa..Batin sepertinya adalah suatu hal halus yang berada dalam diri yang mengalir dan berhubungan langsung dengan Sang Ciptaan Jiwa.. batin mungkin berada di dalam hati yang juga sebagai corong Yang Kuasa dalam memahami apa yang ada di pemelukNya.. pada jaman kaliyuga ini batin dilingkupi oleh →
-
Alit (nista) madya Utama adalah jawaban atas segala permasalahan upacara..
Permasalahan utama di jaman sekarang di Bali adalah dalam hal upacara , dimana terkadang secara materi, umat hindu merasa bahwa terkadang upacara menjadi sesuatu yang berat untuk dilakukan…Bahkan secara ekstrim itu dipakai sebagai alasan untuk meninggalkan Kehinduannya….hal itu sangat disayangkan karena pada dasarnya para leluhur dahulu telah menetapkan upacara itu bisa dilakukan sesuai dengan keuangan →
-
Catur Paramitha dan Catur Aiswarya sebagai penerapan Tat twam Asi..
Tat twam Asi seperti yang telah diketahui adalah suatu hal yang benar-benar filosofi yang mulia, dalam penerapannya pun mengandung suatu kebijaksanaan tinggi untuk mengakrabkan manusia yang satu dengan yang lain dan sebagai pula menerapkan prinsip pawongan pada suatu masyarakat atau bangsa…. Catur paramitha sebagai artian dari empat sifat yang mulia yang benar-benar menjadi petunjuk hidup →
